Cahaya Mata 2

12 April 2012 § 1 Komentar

Kupandangi

Sekali lagi cahaya

Itu,

Cahaya yang menerangi pagi

Mengabarkan pelangi

 

Kupandangi, lagi

Cahaya itu

Dan tak boleh ketemukan sesuatu

Lagi…..,

Kecuali bayangan penglihatanku, sendiri

 

Mataku,

Harus tak mampu lagi mengelola

Getaran …mejikuhibiniu…

Yang terpancar dari nya

 

Maka,

Hal ter-nyata- itu

Menurut ustdaz fisika, dukun matematika, kanjeng budaya, dan kyai syareat maupun sufi hakekat

Adalah bukan tentang

Memandang cahayamu,

hanyalah melihat bayanganku

sendiri,

adalah ekspresi kemesraan kita

…lagi

MALU

25 Februari 2012 § Tinggalkan komentar

MALU

Aku di sini, berdiri tanpa arti

Kecil tak bermakna

Pada karang

Memandang luas jagat raya

Dan hatikupun bergeming

Angkuhku

Sombongku

Ditertawakan mereka…

Dihinakan camar yang mengembara

Di sela-sela riuh angin dan

Gemuruh ombak

Aku tersimpuh, Malu…

Tidak pada siapa

Tapi

Pada diriku yang

Kecil seperti debu

Do’a di malam tahun ini…

7 November 2011 § Tinggalkan komentar

10 Dzulhijjah 1432

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ya Alloh…

Jika telah Engkau memantaskan aku…

menjadi imam untuk seorang hambamu..

Pilihkanlah…untukku,

Seorang muslimah…seorang pejuang

Dimana kami bisa seiring dan sejalan di atas kebenaran…

Bisa terus bergandengan tangan di medan juang…

Menangis dan tersenyum di ujung sepi…
Melahirkan air
Melahirkan api
________________________________ _ _ _ _ _

di malam,
dengan gema suara takbir menghias jagat..
kubersimpuh doa kepadaMu…ya Alloh
Amien

Del Piero dan Messi…?

7 April 2011 § 1 Komentar

Alesandro Del Piero,

Alex, demikian dia akrab disapa. Pesepakbola asal Italia ini telah membuat saya terpikat, tidak hanya kepiawaiannya dalam mengolah si kulit bundar dan menjebol gawang lawan, lebih dari itu adalah karakter pembawaan diri dan sifatnya baik di dalam maupun di luar lapangan. Di puncak gemilang prestasi yang digenggamnya, dia tetaplah seorang Alex yang pendiam, rendah hati penuh empati, jauh dari pemberitan miring sebagaimana kebanyakan bintang sepak bola.

1996, ketika itu saya masih duduk di bangku kelas 1 MTs, Jawa Pos saat itu masih memakai format lama dengan kertasnya yang lebar. Dari mading sekolahlah saya mengikuti berita-beritanya, seorang pemain muda berbakat yang digadang-gadang menjadi pahlawan Italia di Piala Dunia 98. Gol demi gol yang dicetaknya berhasil mengantarkan tim kebanggaannya meraih segudang prestasi baik di kancah Liga lokal maupun Eropa. 6 Scudetto Italia (1994/95, 1996/97, 1997/98, 2001/02, 2002/2003, 2004/2005), Liga Chanpions (1995/96), Piala Intercontinental (1996), Piala Super Eropa(1996), Copa Italia (1995, 1997, 2002, 2003), adalah sederetan prestasi yang diraih Alex bersama si “Nyonya Tua” Juventus.

2011, 37 tahun, usia yang tidak lagi muda bagi pesepakbola. Kebintangannya pun sudah mulai meredup seiring bermunculannya bintang-bintang muda di Juventus. Namun keberadaannya sebagai sosok panutan, seorang kapten tim yang disegani kawan dan lawan masihlah sangat dibutuhkan Juventus. Alesandro Del Piero adalah legenda hidup tim asal Turin berkostum putih hitam itu. “In my view, he is the best person i’ve met in this sport” – Fabio Cannavaro (kawan satu tim di Juventus dan Timnas Italia).

Awal tahun 2000-an, dunia sepak bola melahirkan satu sosok mungil, yang goyangannya di lapangan hijau mampu menyihir jutaan pasang mata yang melihatnya. Dialah Lionel Andrés Messi, pemain muda berbakat asal Argentina. Bersama Barcelona, di usianya yang masih tergolong muda, pemain terbaik dunia itu telah merasakan berbagai prestasi. Puncaknya diraih bersama El-Barca pada tahun 2009 yang lalu, dimana dari semua kejuaraan yang diikuti oleh klub Barcelona, mereka meraih semua gelar, totalnya sebanyak 6 (enam) gelar (Sextuple) pada tahun 2009. Hal ini ditandai oleh messi dengan meraih golden booth award serta Most Valauble player di Champions League serta meraih penghargaan tertinggi didunia sepak bola dengan meraih predikat sebagai Pemain Terbaik Eropa (Balon d’or) dan Pemain terbaik Dunia Versi FIFA.

Sama dengan Alex, Messi adalah pesepakbola yang pendiam, rendah hati, dan jauh dari ingar bingar pemberitaan media. Saya rasa, Alex dan Messi pantas dijadikan teladan oleh pemain-pemain di klub-klub tanah air ini. Prestasi emas yang disandangnya tidaklah membuat lupa diri, lupa daratan.

Biodata Del Piero

Nama : Alessandro Del Piero
TTL : Conegliano, Trevisco, Italia, 9 November 1974
Klub : Juventus
Posisi : Depan
Kostum : 10
Tinggi : 173 cm Berat : 73 kg
Julukan : Alex, Pinturicchio
Status : single, pacar Sonia Amoruso
Karier : Padova (1991-1992), Juventus (1993-….)
Prestasi : 6 Scudetto Italia (1994/95, 1996/97, 1997/98, 2001/02, 2002/2003, 2004/2005), Liga Chanpions (1995/96), Piala Intercontinental (1996), Piala Super Eropa(1996), Copa Italia (1995, 1997, 2002, 2003).
Biodata Messi
Nama Lengkap : Lionel Messi
Tempat Tanggal Lahir : Argentina, 24 Juni 1987
Tinggi : 169 cm
Berat : 67 kg
Nomor punggung : 10
Klub: Barcelona
Posisi : Depan

“Malaikat angkat tangan…”

28 Januari 2011 § Tinggalkan komentar

Nah, ada satu cerita,

suatu waktu para malaikat berkumpul mengadakan satu pertemuan, khusus membahas sebuah negeri bernama Indonesia yang semakin hari tidak semakin membaik, tetapi malah justru semakin runyam dan “bobrok”. Ringkas dan singkat cerita, Sampai kepada satu kesimpulan bahwa negeri tersebut membutuhkan campur tangan malaikat untuk menyelesaikan kekacauan yang terjadi. Forum menunjuk satu perwakilan sebagai juru bicara untuk menyampaikan hasil kesepakatan kepada Tuhan.

Berkata si malaikat kepada Tuhan,

“Tuhan, didasari oleh ketaatan kami kepadaMu dan kegetiran kami atas kondisi sebuah negeri yang menjadi miniatur sorgaMu, yang kini dalam keadaan berantakan tak karuan, maka kami para malaikat telah mengadakan satu pertemuan, intinya wahai Tuhan..perkenankanlah untuk Kau menurunkan Hikmah Alqur’an kepada negeri Indonesia itu”.

“Kamu sudah mempertimbangkan segala aspek untuk pantas kumenurunkan ayat kepada Negeri Indonesia? Wahai malaikat?, demikian Tuhan bertanya balik”.

“Sudah Tuhanku”, jawab malaikat..

“Jika benar demikian…, ini bawalah ayatKu, wahyukan kepada Negeri Indonesia, semoga bisa mengurai carut marutnya keadaan di sana”.

Turunlah si malaikat tersebut ke muka bumi membawa ayat Tuhan untuk diwahyukan kepada Negeri Indonesia.

Pertama sekali dia datang bertamu ke istana negara, ingin menyampaikan ayatNya kepada bapak presiden Republik Indonesia. Sesampainya di depan pintu gerbang istana, ia dihadang oleh paspampres…terjadilah satu percakapan:

Paspampres: Hai siapa kamu? Ada perlu apa datang kemari?

Malaikat: saya malaikat, diutus Tuhan untuk menyampaikan ayatNya kepada bapak presiden, izinkan saya menemui beliau.

Paspampres: Sudah bikin janji kau dengan bapak presiden?

Malaikat: Saya diutus Tuhan untuk menyampaikan ayat, untuk mengurai carut marutnya negerimu.. apakah harus ada bikin janji dahulu?

Paspampres: Maaf, siapapun engkau, ini sudah menjadi  protap bahwa siapapun yang akan menghadap bapak presiden harus bikin janji dahulu. Ini, di buku agenda silakan tulis maksud dan tujuan anda, tinggalkan nomor telephon, saya atur jadwal dahulu, kalau sudah keluar nanti saya hubungi di lain hari. Memang ribet, tapi maaf…inilah prosedur di negeri kami.

Gagal, misi si malaikat untuk menyampaikan ayat kepada bapak presiden mental terbentur tembok tebal istana.

Dengan air muka yang masam, dan penuh keheranan..si malaikat meneruskan langkah, melanjutkan misi, kali ini mendatangi  gedung DPR. Tetapi untuk kedua kalinya ia harus kecewa, karena mendapati gedung dewan dalam keadaan kosong tak berpenghuni. Seorang OB mengatakan bahwa para wakil rakyat sedang dalam massa reses, mereka lagi liburan di luar negeri.

“bukan satu pekerjaan mudah menjadi anggota dewan di Republik Indonesia ini..”. Untuk menginjakkan kaki di teras gedung ini, mereka harus membelanjakan milyaran rupiah…guna dishodaqohkan kepada tukang-tukang becak, buruh-buruh pabrik, para gelandangan dan pengangguran, pemuda-pemuda desa…dalam panggung gebyar demokrasi 5 tahunan ala negeri ini.

Sungguh sangat pemurah lagi mulia hati para wakil rakyat negeri ini, wahai malaikat…engkau lihatlah mereka berjuang hingga larut malam, berdebat sampai tak jarang nyaris adu jotos, setiap hari… Jadi wajar kalo saat ini mereka rehat dahulu, jalan-jalan menenangkan fikiran, janganlah engkau ganggu dengan misimu itu wahai malaikat…demikian kata si OB. “Mari diminum dulu kopinya, keburu dingin”.

Ringkas cerita, si malaikat gagal menyampaikan wahyu Tuhan kepada orang-orang penghuni negeri Indonesia.

Ia mendatangi pak Kiai, ternyata pak kiai sedang bermasalah..menghadapi fitnah pemerkosaan…

Ia datang kepada bapak menteri, eh..beliau juga lagi sibuk dengan perusahaan blackberry…

Ia bertamu kepada pak tentara, ternyata mereka lagi karaoke…

Kemudian si malaikat keliling dari kampus ke kampus, hanya ternyata di sana juga menemui sekawanan manusia super duper sibuk belajar, belajar dan belajar…tak ada waktu hanya sekedar semenit ngobrol di sebuah kedai kopi seberang kampus yang terancam gusur…

Tidak lupa, malaikat datang ke rumah pak tani, barangkali ada sedetik hati yang ihlas untuk menerima ayat…tetapi kembali ia harus kecewa mendapati pak tani yang lagi bertengkar dengan istrinya gara-gara cabe mahal

Terahir…,malaikat berkunjung ke bawah kolong jembatan, barangkali ada piatu yatim sedang menahan lapar dan dingin, tetapi ia kembali harus menghela nafas panjang-panjang. Kedatangannya telat 2 menit, keburu si piatu meninggal…!

“Ke mana lagi harus kumencari hati yang tenang dan damai di negeri ini untuk kumeneteskan ayatMu..ya Tuhan”…gumam si malaikat.

Kebacut…, wahai engkau orang-orang Republik Indonesia, kalian tidak menghargai makhluk yang berniat baik ingin membantu dan menolong penderitaan kalian sendiri…, kebacut. Padahal aku hanya ingin menyampaikan satu potongan ayat saja, tidak lebih…hanya satu potongan “Lain syakartum laaziidannakum, wa lain kafartum inna a’dzabii lasyadiid”.

Tiba-tiba saja angin yang tenang sedari tadi berubah menjadi badai topan, mengamuk menghancurkan apa segala yang dilewati…. Merapi yang tidur segera terbangun, tubuhnya dengan segera mendidih menyemburkan pijar panas menjeritkan terompet kematian. Bumi menggeliat, seperti cacing yang terinjak..,polah, tak perduli bagaimana nasib kutu-kutu di atasnya. Lautanpun bergolak, bingung dalam kepanikan yang dahsyat, mengombak setinggi pohon kelapa..tsunami memenggal mimpi. “wahai malaikat..apakah ada perintah dari Tuhan untuk menurunkan ayatNya kepada kami…???”…terdengar teriakan suara angin, merapi, bumi, dan lautan.

Upsss…!!

Baru sadar, ternyata bisikan ayat yang dibaca malaikat, terdengar oleh makhluk lain…

“Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.(al-Hasyr:21)”

“Dan sekiranya Qur’an diletakkan di atas gunung, maka gunung dapat digoncangkan atau diletakkan pada bumi, maka bumi jadi terbelah atau diletakkan pada orang mati maka orang-orang yang sudah mati dapat berbicara”(QS, Ar Ra’d : 31)

“Mohon ampun wahai Tuhanku, misi saya untuk menyampaikan ayat kepada negeri Indonesia..gagal Tuhan”. Saya selalu dicuekin setiap bertamu kepada penduduknya..mohon ampun Tuhan. “Laporan malaikat kepada Tuhan..”

Tuhan berkata:

“jangankan kepadamu hai malaikat…lawong kepadaKu saja mereka main-main kok, selenge’an, iseng, tidak serius…”. Rakyat Indonesia lebih memilih ketemu presiden Obama di masjid mewah ketimbang menemuiKu di kolong jembatan. Mereka juga lebih seneng miting sama juragan-juragan ketimbang memenuhi panggilanKu. Pilihan nasib mereka juga aneh-aneh, unik, tidak sewajarnya…lihatlah coba, orang-orang Indonesia lebih memilih tidak makan daripada tidak merokok, lebih memilih kredit motor bagus daripada memenuhi kebutuhan tempat tinggal keluarganya. Mereka lebih bisa merasa maklum kepada pasangan kumpul kebo daripada poligami. Mereka lebih memilih membayar 100 juta untuk bisa diterima jadi pegawai negeri daripada untuk buka usaha….dan masih banyak lagi keanehan dan keunikan negeri Indonesia itu”…jadi tidak usahlah kau kecewa apalagi sakit hati karena dicuekin orang-orang Indonesia….!

Sudahlah…biarkan saja, “Aku tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka punya kemauan  usaha merubah nasib mereka”.

Lebih baik kamu di sini saja…jangan turun ke bumi, nanti kalo ketemu orang Indonesia, kamu pasti disalahin…gara-gara bisikan ayat yang kau ucap, merapi meletus, bumi bergoncang, angin membadai, dan samudera menggelora….

Sunyi_Damai

8 Desember 2010 § Tinggalkan komentar

sunyi…

mendekap sepi

menghadap damai…

titik air mata

sebait do’a

…amien

Curhat

9 Agustus 2010 § 1 Komentar

Tuhan,

Aku malu

Tuhan,

Aku malu

Sedikit-sedikit mengadu

Pada-Mu

Tentang kesedihan lah

Tentang kegundahan lah

Tentang kemelaratan lah

Tentang ketidakadilan lah

Tentang kebodohan lah

Tentang pembodohan lah

Tentang kebejatan lah

Tentang kerusuhan lah

Tentang banyak soal

Sementara Engkau

Anugerahi aku

Hati yang halus untuk melihat

Akal yang cemerlang untuk berfikir

Biar aku gak cengeng

Sedikit-sedikit mengadu

Sedikit-sedikit mengeluh

Tapi

Kepada siapa lagi, Tuhan

Aku harus

Mengadu

Selain kepada-Mu?

Kepada bapak presiden?

Ah beliau terlalu sibuk

Untuk perkara sepele, begini

Kalau menemui beliau

Harus tentang urusan rakyat

Bicara BBM naik

Bicara konversi mitan ke gas

Bicara alih fungsi hutan

Bicara impor beras

Bicara tentang kasus korupsi

Bicara tentang TKI di luar negeri

Bicara tentang kedaulatan negara

Semuanya harus

Tidak boleh tidak

Hanya

Untuk kesejahteraan rakyat

Kalau tidak,

Beliau pasti marah

La wong kepala daerah tidur aja dimarahin kok,

Pokoknya kalo menghadap bapak Presiden

Harus bicara tentang masalah rakyat

Padahal aku sendiri rakyat

Masak rakyat mengadukan dirinya sendiri

Egois Gak etis, begitu kata unggah-ungguh sosial di negeri ini

Nanti dikira gak punya rasa terimakasih

Kepada yang telah berjuang untuk rakyat

Kepada bapak-bapak DPR?

Kasihan beliau-beliau

Setiap hari rapat

Dari pagi sampai larut malam

Sering sampai pagi lagi

Semuanya demi kepentingan rakyat

Kadang sampai harus pergi ke luar negeri

Meninggalkan anak istri

Kasihan, mana dicurigai lagi

Dikejar-kejar KPK juga

Mau mengadu kepada pak Haji dan pak Kyai?

Paling-paling cuma disuruh

Sabar

Sabar ya…semuanya adalah ujian

Pasti ada akhirnya

Rajin-rajinlah ibadah

Perbanyak berdoa

Semoga dianugerahi pemimpin yang amanah

Dan jangan lupa,

Pilih…saya di Pilkada, ya

Ah, jadi

Satu-satunya yang bisa

Aku mengadu

Tanpa banyak birokrasi

Hanya Engkau,

Tuhan

Maka dengarkan

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.