Hijrah…

30 Desember 2016 § Tinggalkan komentar

Minggu lalu, saat menikmati malam yang sepi, tentunya bersama segelas kopi racikan si mbok. di kampung halamanku…,sebuah desa yang jauh dari ingar bingarnya kota. Seperti biasa, saat sambang, saat diam tanpa aktivitas…, kuputar chanel FM, kangen suara merdunya Nur Hana, Sunyahni juga Manthous dan Didi Kempot. Dari 30 lebih chanel FM di daerahku, separuhnya pasti memutar campur sari, salah satu jenis lagu favorit semenjak duduk di bangku MTs.

Oh Pondokku…tempat naung kita

Dari kecil sehingga dewasa…

….

Tiap pagi dan petang

Kita beramai sembahyang…

Tanpa sengaja kudengar sebuah hymne, lamat-lamat bercampur suara “kemrosok”, tapi sangat jelas. Ya Gontor FM, suara itu bersumber dari sana. Tanpa komando, melayang anganku singgah di sebuah masa di mana labuhan hari-hariku menjadi bagian keluarga besar sebuah pesantren modern di desa tetangga. Lagu wajib yang dinyanyikan setiap hari sabtu siang. Teringat kembali semua memori bersama keluarga besar PMB yang pernah terekam di dinding, taman, tiang bendera, jalan setapak, cerita horor dan suara terompet kebanggaanku. Okelah…aku tak akan membahas hal “bendawiyah” itu.

Hijrah….

Berpindah, dipindahkan, terpindah..dari sesuatu ke sesuatu yang lain. Itulah kira-kira inti dari segala hal yang diajarkan di sana, juga ternyata.. inti dari hidup dan kehidupan kita di alam semesta.

Berpindah dari belaian orang tua kepada dekapan sang guru…

Berpindah dari denting bel satu kepada denting yang lain…

Berpindah dari satu pelajaran kepada pelajaran yang lain..

berpindah dari masa kanak-kanak kepada remaja, dewasa, dan tua…

berpindah dari masa lalu dengan segala pahit manisnya kepada masa kini dengan segala pernak-pernik, merah hitamnya,  dan masa depan dengan segala ghaibnya…

berpindah dari pengetahuan dasar kepada pengetahuan yang lebih tinggi…

berhijrah dari ketidaktahuan kepada pengetahuan…

berhijrah dari keragu-raguan kepada keyakinan…

berhijrah dari negeri kebodohan kepada kepintaran…

berhijrah dari kesombongan kepada ketawadlu’an…

berhijrah dari keakuan kepada kekita-an…

berhijrah dari islam KTP kepada islam sungguhan…

Demikianlah, di zaman kanjeng nabi, hijrah yang diperintahkan Alloh kepada umat Islam dari negeri mekah ke madinah, adalah satu symbol, satu perintah tersurat sekaligus tersirat, terang-terangan juga sembunyi-sembunyi kepada kaum muslimin dan seluruh kaum yang berakal untuk menghijrahkan dirinya jiwa dan raga,  total….!,  berhijrah dari kegelapan menuju cahaya…

Di titik manakah, kita telah berhijrah…kawan?

Bongkar…

29 Desember 2016 § Tinggalkan komentar

Saudara-saudara……!

Menjadi pengamen bukanlah kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, tapi oleh ketidakadilan pemerintah kita yang cenderung berpihak kepada kaum kapitalis daripada rakyat jelata.

 

Menjadi pengamen juga bukan keinginan – cita-cita kami, tapi biaya pendidikan yang menjadi sangat-sangat mahal yang telah memangkas cita-cita mulia kami.

 

Saudara-saudara…….!, Jangan berkata merdeka…!,

Merdeka bearti tiada penindasan,

Merdeka berarti tiada keserakahan

Merdeka berarti tiada kesewenang-wenangan, pengkhianatan, pembantaian.

 

Atas nama keindahan kota, para satpol PP menggusur orang-orang tergusur…!

Atas nama ketertiban, aparat kita menangkapi pengemis yang mengorek bagiannya sebab orang-orang kaya menjadi kikir….!, mereka membasmi para pengamen jalanan, pedagang kaki lima…..!

 

Tapi membentangkan tangan lebar-lebar kepada lintah-lintah dan pengkhianat negeri..orang-orang kapitalis…!

Dengan dalih kerjasama, pemerintah kita menjual asset-aset negeri ini…Minyak bumi, emas, tembaga, gas, hutan, laut, pulau, air….!, mereka jual semuanya…!

 

Memangnya negeri ini punya siapa…?kawan..? Punya pemerintah…? (bukan), punya yang terhormat presiden…? (bukan), punya yang mulia anggota Dewan…? (bukan),…negeri ini milik rakyat kawan….! Nusantara ini warisan nenek moyang untuk anak cucu kita…Indonesia Bukan milik mereka…kawan…!

 

Saatnya rakyat harus teriak…!

Saatnya pemuda harus bangkitt…!

Saatnya Mahasiswa harus bergerak…!

Saatnya rakyat harus melawan…..!

 

Bangun sedulur….! Bangun…..!

Bangun Saudara-saudara…..! Bangun…..!

Hancurkan keserakahan….! Musnahkan Ketidakadilan…..! Basmi segala Penindasan……!

 

Bongkar kesewenang-wenangan….! Bongkar Saudara-saudara…!

Bongkar….! Bongkar…..! Bongkar…..!

(orasi seorang pengamen di dalam bus butut)

 

Alhamdulillah

23 Desember 2015 § Tinggalkan komentar

kaligrafi Alhamdu43

Sang Maha Rahman – Rahim

23 Desember 2015 § Tinggalkan komentar

kaligrafi3c

Tidak terasa, lama sudah tak menjenguk gubuk reot ini….

Membaca kembali kalimat-kalimat Gusti Alloh, Bismillahirrahmanirrahim

Cahaya Mata 2

12 April 2012 § 1 Komentar

Kupandangi

Sekali lagi cahaya

Itu,

Cahaya yang menerangi pagi

Mengabarkan pelangi

 

Kupandangi, lagi

Cahaya itu

Dan tak boleh ketemukan sesuatu

Lagi…..,

Kecuali bayangan penglihatanku, sendiri

 

Mataku,

Harus tak mampu lagi mengelola

Getaran …mejikuhibiniu…

Yang terpancar dari nya

 

Maka,

Hal ter-nyata- itu

Menurut ustdaz fisika, dukun matematika, kanjeng budaya, dan kyai syareat maupun sufi hakekat

Adalah bukan tentang

Memandang cahayamu,

hanyalah melihat bayanganku

sendiri,

adalah ekspresi kemesraan kita

…lagi

MALU

25 Februari 2012 § Tinggalkan komentar

MALU

Aku di sini, berdiri tanpa arti

Kecil tak bermakna

Pada karang

Memandang luas jagat raya

Dan hatikupun bergeming

Angkuhku

Sombongku

Ditertawakan mereka…

Dihinakan camar yang mengembara

Di sela-sela riuh angin dan

Gemuruh ombak

Aku tersimpuh, Malu…

Tidak pada siapa

Tapi

Pada diriku yang

Kecil seperti debu

Do’a di malam tahun ini…

7 November 2011 § Tinggalkan komentar

10 Dzulhijjah 1432

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ya Alloh…

Jika telah Engkau memantaskan aku…

menjadi imam untuk seorang hambamu..

Pilihkanlah…untukku,

Seorang muslimah…seorang pejuang

Dimana kami bisa seiring dan sejalan di atas kebenaran…

Bisa terus bergandengan tangan di medan juang…

Menangis dan tersenyum di ujung sepi…
Melahirkan air
Melahirkan api
________________________________ _ _ _ _ _

di malam,
dengan gema suara takbir menghias jagat..
kubersimpuh doa kepadaMu…ya Alloh
Amien